| |
|
Ide
pembuatan film ini berawal dari kolase memoriku dan sebuah apresiasi pada
kondisi aktual akan respon kesadaranku. Ketika seseorang menikmati film
ini, akan timbul banyak interpretasi. Ini merupakan film esai, kutipan
puisi, atau catatan jurnal yang dipresentasikan melalui narasi juga kumpulan
gambar fotografinya.
Aku mengawali penulisan surat untuk film ini, ketika memulai memahami
fenomena kehidupan berselancar secara ritual dan disipliner. Dimana melalui
kondisi ego-ku aku mulai meresponnya ketika pertama kali bertemu dengan
para peselancar di desa Bandulu dan Carita, Banten di awal tahun Februari
2004. Sangat mengagumkan bagaimana segala bentuk manifestasi kecintaan
mereka terhadap selancar dengan ombaknya memberikan sebuah pernyataan
ide dan gagasan yang absolut untuk membuat karya ini. Kondisi pertemanan
kami membuaku memahami semua “dongeng” mereka mengenai ombak,
alam, dan esensinya.
--------------------------------------------------------------
The
idea of this film was based from my collage memories; an appreciation
to my consciousness and journal. When someone enjoys this film, there
will be various interpretations. This is an essay film, a poem, yet a
journal notes that represents the fragments of my photographic memories.
II
started to write these letters for this film, when I began to understood
the beauty of surfing by ritually and disciplinary. Where by this ego
consciousness, the phenomenon of surfing with all its manifestation started
since I met the surfers in Bandulu and Carita villages, Banten (in the
early of 2004). It’s impressive, how its all manifestation of their
love on surfing and waves give an idea and absolute impulse to made this
artwork. The condition of our friendship made me understood of all their
“fairy tales” about waves and all its essence.
|