| |
Realisme
dari film ini terepresentasikan dalam wujud film dokumenter naratif baik
melalui kolase imaji ataupun fragmen musik, suara, dan vokal yang merespon
kondisi manusiawi juga spiritualnya. Pertama dalam konteks “interior”,
aku merespon aktifitas ini sebagai individu peselancar untuk mentransformasikan
segala keindahan dalam berselancar melalui kondisi psikologis yang aku
alami. Kedua, dalam konteks “eksterior”, menceritakan kehidupan
sosial dari komunitas peselancar yang ada di desa Bandulu dan Carita ini.
Setiap
Peselancar, layaknya individu yang bebas berekspresi dan berintepretasi
dalam peran kecil di alam semesta ini, yakni: Ombak. Seluruh aktifitas
berselancar hadir karena persamaan kita akan kecintaan dengan Alam yang
nyata energi destruktif dan keseimbangannya. Semua berada dalam konteks
harmonisasi kita pada Sang Alam Semesta. Kita memiliki korelasi yang berkesinambungan
dengan segala partikel kecil, partikel besar, maupun kejadian kecil dalam
Harmoni besar ini. Dan bagi saya, konteks berselancar merupakan salah
satu aksi meditasi yang menyajikan kenyataan akan fenomena alam yang lebih
riil, menyederhanakan simulasi hidup kepada yang lebih esensial.
--------------------------------------------------------------
The
realism of this movie is put at the context as narrative documentary film
that response both humanity and spiritualism shape of surfing. First in
the interior context, I respond my consciousness level condition by individually
as a surfer to give transformation of this beautiful realism on surfing
in the waves in a psychology term. And, the second, I respond the exterior
condition that I had in my social life of the free surfers community in
the Bandulu and Carita villages.
Each
surfer seems like a free individual that are free to express and interpreting
their state of playing their part in this nature activity. And of course
we already talked about this nature phenomenon in the context: Waves!
I have faith that a simple form of this surfing activity is based on “love”-our
form of love to the nature with its destructive energy and balance. All
that in the context of our harmonization and the Oneness for the Sage,
and that happened so real in surfing. No simulation of reality. |
|
Dalam
konteks berselancar ini, setiap individu peselancar memberi relatifitas
dalam berekspresi. Seperti pelukis yang memberikan keragaman ekspresinya.
Akankah sebuah lukisan itu sebagai objek industri atau sebuah proses murni
ber-katarsis dalam level kesadarannya.
Berselancar adalah kesatuan bentuk ekspresi aktif dalam pemahaman kondisi
relatifitas mental dengan nyata. Saat berada dalam kesatuan energi ini,
akan menghasilkan sebuah dualitas dalam merasainya, “kesenangan”
dan “penderitaan”-sekaligus. Adalah sangat nyata dan hanya
dibatasi oleh sebuah papan selancar yang dinaiki. ketika berhasil lolos
untuk menaiki ombak, timbul perasaan “puas” dan “senang”.Dan
ketika jatuh tergulung ombak besar, maka momen “penderitaan”
ini hadir. Kondisi tersebut merupakan realisme kebahagiaan yg riil dalam
berselancar. Apa yang aku pahami mengenai aktifitas ini: berselancar hanyalah
bagian kecil pembelajaran kita mengenai korelasi kehidupan-merupakan bagian
meditasi untuk sesuatu yang lebih besar yang kita pahami.
Hingga akhir permainan diatas ombak, ketika senja menutup di laut barat,
dan air laut nampak lembayung dari sudut itu, apapun yang aku dapat-sebuah
“kesenangan” atau “kesengsaraan”, aku hanya bisa
berkata : “Thank You and Good Night Mother…”
--------------------------------------------------------------
It
is based on the idea and values to each develop individuality of surfers
among them only seen on the physical level of this meta-physical action.
On the context of surfing, all individual gave relativity expression while
they’re doing that. Just like a painter with all their variety of
style in their expression. Is the painting will be an art object that
influenced by the nature of industrial world or it is a process of purely
catharsis by the level of consciousness.
Surfing is a form of an active expression of the mental relativity’s
realization, it’s a super mental reality action. And what is in
this film is a form of transformation of a pure love action to surfing.
Until we all agree that surfing gives a fantastic spiritual moment!
At the end in the waves when the sunset come ended in west coast, and
the water seem reddish, no matter we are happy or suffering, we all said:
“Thank You and Good Night Mother"
|